Jikalau kita sebagai orang
awam yang tak tahu persis makna perpustakaan, pasti memandangnya dengan sesuatu
hal yang membosankan, kuno, penuh dengan buku-buku, hening, dan sepi. Kalau ada
yang memandang lebih baik dari hal tersebut ya alhamdulillah. Kalaupun tidak
lebih baik ya No Problem, karena begitulah hampir sebagian besar orang
memandang perpustakaan masa kini atau yang kita kenal dengan sebutan
'Perpustakaan Zaman Now'. Nah dari sinilah perlu berbagai macam cara untuk
membangun citra perpustakaan menjadi lebih baik lagi. Berbagai macam cara
menarik akan sangat menarik perhatian pemustaka dan memberikan apresiasi
positif untuk perpustakaan itu sendiri. Dalam membangun citra perpustakaan
setiap perpustakaan memiliki citra yang disadari atau tidak melekat pada
perpustakaan tersebut.
Citra perpustakaan
merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk di benak masyarakat. Persepsi
pemustaka terhadap perpustakaan dapat dirasakan dari adanya pengalaman,
kepercayaan dan pengetahuan pemustaka terhadap layanan yang diberikan
perpustakaan. Dengan demikian citra merupakan aset penting pada perpustakaan
yang selayaknya terus menerus dibangun dan dipelihara. Citra yang baik
merupakan perangkat kuat, bukan hanya untuk menarik pemustaka yang tidak tahu
tentang keberadaan perpustakaan, tetapi juga dapat memperbaiki sikap dan
kepuasan pada pemustaka. Citra perpustakaan tidak datang dengan
sendirinya, melainkan harus dibangun dan dibentuk, dari upaya komunikasi dan
keterbukaan perpustakaan dalam membangun citra positif yang diharapkan.
Secara umum, citra
perpustakaan masih sangat rendah. Masyarakat pengguna perpustakaan atau
pemustaka masih memandang sebelah mata tentang eksistensi perpustakaan. Hal ini
dikarenakan masyarakat kurang mendekat atau kurang memahami peran dan fungsi
perpustakaan.”Tak kenal maka tak sayang”. Perpustakaan harus membenahi diri,
meningkatkan layanan, dan memberi kesan positif. Citra baik perpustakaan
akan dapat mempengaruhi peningkatan frekuensi kunjungan pemustaka pastinya.
Dari sinilah perlu beberapa hal penting
yang perlu diperhatikan:
Peran
Pustakawan
Pustakawan
adalah garda depan gerbang informasi. Dalam memberikan pelayanan yang baik,
pustakawan harus memiliki wawasan yang luas. Dasar-dasar ilmu informasi, harus
dikuasai dengan baik. Ketrampilan menelusur informasi secara cepat dan tepat
juga harus dimiliki oleh pustakawan sehingga jika ada pemustaka yang meminta
bantuan untuk pencarian informasi, segera dapat ditangani dengan baik.
Banyaknya informasi yang ada di perpustakaan, menuntut pustakawan untuk dapat
mengelola, mengklasifikasi dan mendistribusikan informasi secara teliti dan
akurat. Sistem klasifikasi dan pengaturan informasi yang baik, perlu dilakukan
pustakawan agar memudahkan pemustaka dalam mencari informasi yang dibutuhkan.
Teknologi informasi yang berkembang, menuntut pustakawan agar lebih lihai untuk
memanfaatkan arus balik informasi. Pustakawan tidak sekedar bisa mengetik
komputer dan menelusur informasi saja, tetapi juga harus pandai mengendalikan
sistem informasi yang serba digital agar lebih mudah diakses pemustaka.
Komunikasi adalah akses agar pemustaka mau memanfaatkan layanan perpustakaan
sesuai harapan mereka. Kemampuan berkomunikasi bagi pustakawan sangat
diperlukan tidak saja meningkatkan mutu layanan perpustakaan tetapi juga untuk
melakukan promosi perpustakaan sehingga citra perpustakaan terangkat dengan
baik. Komunikasi bukan sekedar kemampuan ucap saja. Ada beberapa
aspek nonverbal yang perlu dipertimbangkan misalnya kontak mata,
senyuman, ,gerakan tubuh dan cara bersikap pustakawan. Pustakawan harus pandai
bersikap, mendengarkan keluhan kebutuhan informasi pemakai, memberikan dan
membantu pemustaka dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Sikap santun, cara
bertutur yang baik, keramahan, memperlakukan pemustaka dengan baik dan senang
hati merupakan bentuk citra yang perlu dilakukan seorang pustakawan.
Ada beberapa ketrampilan yang harus dimiliki seorang yang berprofesi sebagai
pustakawan, antara lain:
- Perpustakaan hendaknya berubah menyesuaikan keadaan yang menantang
- Pustakawan adalah mitra intelektual yang memberikan jasanya kepada pemakai
- Seorang pustakawan harus berfikir positif
- Pustakawan tidak hanya ahli dalam mengkatalog, mengindeks, mengklasifikasi koleksi, akan tetapi harus memiliki nilai tambah, karena informasi terus berkembang.
- Pustakawan sudah waktunya untuk berfikir kewirausahaan. Bagaimana mengemas informasi agar layak dijual
- Ledakan informasi yang pesat membuat pustakawan tidak lagi bekerja hanya antar sesama perpustakaan, akan tetapi dituntut untuk bekerjasama dengan bidang profesi lain dengan tim kerja yang solid dalam mengelola informasi
Peran
Teknologi Informasi
Di era modern ini
perpustakan harus pandai memoles diri. Jika dulu, penataan, pengelolaan dan
penelusuran informasi dilakukan secara manual. Di era digital ini, perpustakaan
mulai berbenah diri. Peran teknologi informasi tidak diragukan lagi. Perpustakaan
modern menuntut semua system serna ‘computerized’. Sistem pelayanan yang
terautomasi, penelusuran melalui OPAC, pengadaan dan pengklasifikasian yang
menggunakan komputer dan internet, semakin memudahkan pustakawan dalam
mengelola dan melayankan sumber informasi yang dimilikinya. Informasi terasa
mudah di genggaman pemustaka.
Lahirnya perpustakaan digital memang disambut baik oleh
pustakawan dan pemustaka. Kebanyakan pustakawan terbuka terhadap perubahan
teknologi, tetapi juga masih mengingat fungsi tradisional yaitu membantu
mencari informasi, baik secara manual maupun digital. Dengan
berbekal handpone atau laptop dari mana saja, pemustaka dapat
mengakses sumber-sumber informasi yang dilayankan berbagai perpustakaan. Peran
teknologi informasi dalam membangun sebuah citra perpustakaan, tidak
disangsikan lagi. Justru di sinilah saatnya perpustakaan membuka diri kepada
pemustaka dengan beragam kreasi dan inovasi. Membangun website yang menarik,
menyediakan sarana komunikasi terbuka dengan pemustaka baik
lewat facebook, twitter atau blog perpustakaan. Pemustaka dapat mengenali
lebih jauh informasi apa saja yang ada di dalam sebuah perpustakaan.
Kelengkapan koleksi, desain gedung, penataan ruang, kemudahan system pelayanan
dan juga hal yang terpenting adalah keramahan petugas yang berada di
dalamnya. Peran internet begitu ampuh memikat pemustaka. Kemampuan pemustaka
dalam memanfaatkan akses online baik melalui website milik
perpustakaan atau penyedia akses e-journal menunjukkan tingkat
kemampuan mereka yang melek teknologi. Dengan kata lain pemustaka membutuhkan
perpustakaan dengan kelengkapan wifinya untuk memenuhi kebutuhan akses
informasi. Ada beberapa keunggulan perpustakaan digital antara lain akses yang
mudah, murah, pemeliharaan koleksi secara digital, jawaban yang tuntas dan
jaringan global.
Perlu
Strategi Promosi Perpustakaan
Pemustaka
berhak tahu produk apa saja yang dihasilkan pustakawan. Layanan yang bagus dan
bermutu, koleksi yang lengkap, keramahan pustakawan dalam memberikan pelayanan
dan teknologi informasi yang memadai tidak akan berarti apa-apa jika tidak
dikomunikasikan kepada pemustaka. Perpustakaan perlu menjajakan diri melalui
promosi dan sosialisasi. Dengan promosi dan komunikasi yang tepat sasaran,
citra positif perpustakaan akan semakin terangkat dan dikenal oleh masyarakat
luas. Perpustakaan dapat mengadakan beberapa kegiatan terkait promosi. Antara
lain dengan mengadakan pameran, user education, menyebarkan pamlet/ brosur
dan promosi melalui internet.
· - Pameran
Pameran
tentang produk-produk perpustakaan dapat diadakan agar masyarakat mengetahui
dan mengenal lebih detail apa saja yang dimiliki perpustakaan. Perpustakaan
dapat menggelar bazar buku di perpustakaan dengan menggandeng penerbit-penerbit
lokal yang berkualitas. Dengan pameran tersebut, diharapkan masyarakat lebih
mengenal dan memanfaatkan jasa perpustakaan. Citra positif perpustakaan dapat
tumbuh dengan kegiatan pameran.
· - User education
User
Education adalah program yang diselenggarakan oleh perpustakaan untuk
memberikan bimbingan, petunjuk, maupun pendidikan kepada calon pemustaka atau
pemustaka perpustakaan dalam kegiatan mereka untuk memanfaatkan jasa informasi
serta sarana perpustakaan. Misalnya katalog, komputer, mikrofis, film mikro,
maupun CDROM.
· - Pamlet/brosur
Banyak
sekali informasi yang ada di perpustakaan perlu diketahui oleh pemustaka.
Brosur bisa lebih banyak memberikan informasi mengenai kegiatan perpustakaan
dan fasilitas yang dimilki. Bahkan dengan brosur dapat disebarluaskan informasi
yang bersifat teknis, seperti bagaimana menggunakan katalog perpustakaan untuk
mendapatkan buku tertentu di dalam koleksi. Agar brosur di perpustakaan
efektif, ada beberapa informasi penting dan dapat dimasukkan ke dalam brosur
antara lain petunjuk umum tentang perpustakaan, informasi mengenai koleksi
perpustakaan, daftar bacaan yang menarik, petunjuk tentang subjek-subjek
tertentu dan informasi tentang jenis layanan perpustakaan. Penyebaran brosur
yang menarik baik dari desain, pilihan warna dan kalimat yang digunakan akan
mengangkat citra positif perpustakaan.
· - Internet
Perpustakaan
dapat memanfaatkan internet untuk menumbuhkan citra di benak pemustaka.
Pustakawan dapat menciptakan website tentang perpustakaan sehingga
pemustaka dapat mengetahui beragam informasi yang ada di perpustakaan. Dengan
demikian pemustaka merasa diuntungkan karena dengan mengakses informasi
darimana saja melalui internet, mereka dapat mengetahui layanan informasi,
program kegiatan dan juga dapat menelusur informasi yang mereka butuhkan.
Bahkan pustakawan dapat berkreasi dalam mengemas informasi yang ada di
perpustakaan dan memasarkannya melalui media sosial dan dapat berinteraksi
langsung dengan pemustakanya melalui media sosial tersebut.